Selasa, 30 November 2010

Pemberian ASI Eksklusif : Satu-Satunya Sumber Cairan Yang Dibutuhkan Bayi Usia Dini

LEMBAR TANYA JAWAB Sejumlah Pertanyaan Yang Sering Diajukan Oktober 2002
Pedoman internasional yang menganjurkan pemberian ASI
eksklusif selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti
ilmiah tentang manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi,
pertumbuhan, dan perkembangannya. ASI memberi semua
energi dan gizi (nutrisi) yang dibutuhkan bayi selama 6
bulan pertama hidupnya. Pemberian ASI eksklusif
mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan
berbagai penyakit yang umum menimpa anak-anak seperti
diare dan radang paru, serta mempercepat pemulihan bila
sakit dan membantu menjarangkan kelahiran.
Mengapa pemberian ASI eksklusif
dianjurkan untuk 6 bulan pertama?


Bayi yang sehat, lahir dengan membawa cukup cairan di dalam tubuhnya. Kondisi ini akan tetap terjaga
bahkan dalam cuaca panas sekalipun, bila bayi diberi ASI secara eksklusif (ASI saja) siang dan malam. Namun
sayangnya kebiasaan memberi cairan pada bayi selama 6 bulan pertama – yaitu periode pemberian ASI
eksklusif— masih dilakukan di banyak belahan dunia, yang berakibat buruk pada gizi dan kesehatan bayi.
Lembar tanya jawab ini membahas berbagai akibat tersebut dan peran menyusui dalam memenuhi kebutuhan
cairan bagi bayi.
Kebiasaan memberi air putih dan cairan lain seperti teh,
air manis, dan jus kepada bayi menyusui dalam bulanbulan
pertama, umum dilakukan di banyak negara seperti
terlihat pada tabel 1. Kebiasaan ini seringkali dimulai saat
bayi berusia sebulan. Riset yang dilakukan di pinggiran
kota Lima, Peru menunjukkan bahwa 83% bayi menerima
air putih dan teh dalam bulan pertama. Penelitian di
masyarakat Gambia, Filipina, Mesir, dan Guatemala
melaporkan bahwa lebih dari 60% bayi baru lahir diberi
air manis dan/atau teh.
Alasan untuk memberi tambahan cairan kepada bayi
berbeda sesuai nilai budaya masyarakatnya masingmasing.
Alasan yang paling sering dikemukakan adalah:
diperlukan untuk hidup
menghilangkan rasa haus
menghilangkan rasa sakit (dari sakit perut atau sakit
telinga)
mencegah dan mengobati pilek dan sembelit
menenangkan bayi/membuat bayi tidak rewel

Nilai budaya dan keyakinan agama juga ikut
mempengaruhi pemberian cairan sebagai minuman
tambahan untuk bayi. Dari generasi ke generasi
diturunkan keyakinan bahwa bayi sebaiknya diberi
cairan. Air dipandang sebagai sumber kehidupan – suatu
kebutuhan batin maupun fisik sekaligus. Sejumlah
kebudayaan menganggap tindakan memberi air kepada
bayi baru lahir sebagai cara menyambut kehadirannya di
dunia.
Di banyak masyarakat dan rumah sakit, saran dari
petugas kesehatan juga mempengaruhi pemberian cairan
ini. Sebagai contoh, penelitian di sebuah kota di Ghana
menunjukkan 93% bidan berpendapat cairan harus
diberikan kepada semua bayi sejak hari pertama
kelahirannya. Di Mesir, banyak perawat menyarankan
para ibu untuk memberi air manis kepada bayinya segera
setelah melahirkan.
Apakah pemberian cairan tambahan
lebih awal, umum dilakukan?
Jika ya, mengapa?
(Sumber: Survei demografi dan kesehatan, 1990-1995)
Berdasarkan ingatan 24 jam terakhir responden yang mempunyai
bayi di bawah umur 4 bulan, saat survei dilakukan.

Selain tergantung suhu dan kelembaban
udara, serta berat badan dan aktivitas
bayi, rata-rata kebutuhan cairan bayi
sehat sehari berkisar 80-100 ml/kg
dalam minggu pertama usianya hingga
140-160 ml/kg pada usia 3-6 bulan.
Jumlah ini dapat dipenuhi cukup dari
ASI saja jika dilakukan pemberian ASI
eksklusif dan tidak dibatasi (sesuai
‘permintaan’ bayi, siang dan malam),
karena dua sebab:
Kandungan air
dalam ASI yang diminum bayi selama
pemberian ASI eksklusif sudah
mencukupi kebutuhan bayi dan sesuai
dengan kesehatan bayi. Bahkan bayi
baru lahir yang hanya mendapat sedikit
ASI pertama (kolostrum — cairan kental
kekuningan), tidak memerlukan
tambahan cairan karena bayi dilahirkan
dengan cukup cairan di dalam tubuhnya.
ASI dengan kandungan air yang lebih
tinggi biasanya akan ‘keluar’ pada hari
ketiga atau keempat. Tabel 2
memperlihatkan komposisi ASI.
Salah satu fungsi utama air
adalah untuk menguras kelebihan bahanbahan
larut melalui air seni. Zat-zat yang
dapat larut (misalnya sodium, potasium,
nitrogen, dan klorida) disebut sebagai
bahan-bahan larut. Ginjal bayi yang
pertumbuhannya belum sempurna
hingga usia tiga bulan, mampu
mengeluarkan kelebihan bahan larut
lewat air seni untuk menjaga
keseimbangan kimiawi di dalam
tubuhnya. Oleh karena ASI mengandung
sedikit bahan larut, maka bayi tidak
membutuhkan air sebanyak anak-anak
atau orang dewasa.
ASI terdiri dari 88% air.
ASI mempunyai kandungan bahan larut
yang rendah.
Bayi yang minum ASI
mendapat cukup cairan?
Dalam cuaca normal, jumlah air dalam
ASI sudah melebihi kebutuhan bayi,
bahkan sudah cukup pula bagi bayi
menyusui yang hidup dalam cuaca
panas dan kering. Penelitian
menunjukkan bahwa bayi sehat yang
mendapat ASI eksklusif dalam 6 bulan
pertama usianya tidak membutuhkan
tambahan cairan lain, bahkan bagi
bayi yang hidup di daerah bercuaca
sangat panas dengan kelembaban
rendah sekalipun. Bayi dengan ASI
eksklusif yang hidup dalam kondisi
cuaca seperti itu, kadar bahan larut
dalam air seni dan darahnya ternyata
masih dalam batas normal. Ini
menunjukkan kebutuhan airnya
tercukupi.
Bagaimana dengan bayi
dalam cuaca panas?
Memberi cairan sebelum usia 6 bulan
berisiko membahayakan kesehatan
bayi.
Mengganti
ASI dengan cairan yang sedikit atau
tidak bergizi, berdampak buruk pada
kondisi gizi bayi, daya tahan
hidupnya, pertumbuhan dan
perkembangannya. Konsumsi air
putih atau cairan lain meskipun
dalam jumlah yang sedikit, akan
membuat bayi merasa kenyang
sehingga tidak mau menyusu,
padahal ASI kaya dengan gizi yang
sempurna untuk bayi. Penelitian
menunjukkan bahwa memberi air
putih sebagai tambahan cairan
sebelum bayi berusia enam bulan
dapat mengurangi asupan ASI
hingga 11%. Pemberian air
Tambahan cairan meningkatkan
risiko kekurangan gizi.
manis dalam minggu pertama usia
bayi berhubungan dengan turunnya
berat badan bayi yang lebih banyak
dan tinggal di rumah sakit lebih lama.
Pemberian cairan dan makanan dapat
menjadi sarana masuknya bakteri
patogen. Bayi usia dini sangat rentan
terhadap bakteri penyebab diare,
terutama di lingkungan yang kurang
higienis dan sanitasi buruk. Di negaranegara
kurang berkembang, dua di
antara lima orang tidak memiliki
sarana air bersih. ASI menjamin bayi
dapat memperoleh suplai air bersih
yang siap tersedia setiap saat.
Penelitian di Filipina menegaskan
tentang manfaat pemberian ASI
eksklusif serta dampak negatif
pemberian cairan tambahan tanpa
nilai gizi terhadap timbulnya penyakit
diare. Seorang bayi (tergantung
usianya) yang diberi air putih, teh,
atau minuman herbal lainnya berisiko
terkena diare 2-3 kali lebih banyak
dibanding bayi yang diberi ASI
eksklusif.
Pemberian cairan tambahan
meningkatkan risiko terkena penyakit.
Apakah memberi cairan
sebelum usia 6 bulan
membahayakan bayi?
Pada kasus diare ringan,
dianjurkan untuk meningkatkan
frekuensi menyusui. Jika bayi
menderita tingkat diare sedang
hingga parah, segera hubungi
petugas kesehatan dan teruskan
menyusui, sebagaimana
dianjurkan dalam pedoman
Penanganan Terpadu Penyakit
anak-Anak/PTPA (Integrated
Management of Childhood
Illness/IMCI). Bayi yang
tampaknya mengalami dehidrasi
mungkin membutuhkan terapi
rehidrasi oral, yang hanya boleh
diberikan atas saran petugas
kesehatan.1
Perlukah cairan diberikan
kepada bayi menyusui
yang terkena diare?
Air 88.1%
Lemak 3.8%
Protein 0.9%
Laktosa 7.0%
Lain-lain 0.2%

1 Larutan Oralit (ORS) yang digunakan
dalam terapi rehidrasi oral, membantu
menggantikan air dan elektrolit yang
hilang selama diare. Kini telah
dikembangkan Super ORS dengan bahan
dasar karbohidrat (nasi atau sereal) untuk
penyerapan yang lebih baik.
Pemberian ASI Eksklusif atau ASI saja: Satu-Satunya Sumber Cairan Yang Dibutuhkan Bayi Usia Dini
Untuk menangani meluasnya kebiasaan
pemberian cairan tambahan bagi bayi usia
dini, para pengelola program harus
memahami alasan budaya yang
melatarbelakangi kebiasaan ini,
menganalisa data-data yang ada,
melakukan uji coba terhadap kebiasaan
yang sudah diperbaiki, dan
mengembangkan strategi komunikasi yang
efektif.
Para petugas kesehatan dan relawan perlu
diinformasikan, ASI saja sudah mencukupi
kebutuhan air seorang bayi selama 6 bulan
pertama menyusui secara eksklusif. Mereka
juga perlu pelatihan cara menyampaikan
pesan dan mengupayakan perubahan
perilaku. Contoh pesan program promosi
pemberian ASI yang mengatasi
kepercayaan setempat dan sikap terhadap
kebutuhan air bagi bayi, dapat dilihat di
samping.
Bagaimana program untuk
menangani kebiasaan pemberian
cairan tambahan?
Memberi informasi yang
tepat dan benar,
merancang pesan untuk
mengatasi keyakinan dan
perhatian dari
kelompok sasaran yang
berbeda-beda, serta
membujuk ibu-ibu untuk
mencoba perilaku baru
yang dapat membuat
pemberian ASI eksklusif
(ASI saja) menjadi norma
baru dalam masyarakat.
Menyampaikan Pesan “Jangan Memberi Cairan”
Pesan berikut sudah digunakan dalam sejumlah program untuk
meyakinkan ibu-ibu, keluarga mereka, dan para petugas kesehatan
bahwa bayi yang hanya minum ASI saja (pemberian ASI eksklusif) tidak
perlu diberi cairan lain selama 6 bulan pertama. Cara penyampaian
pesan paling efektif tergantung pada kelompok sasaran serta kebiasaan,
kepercayaan, perhatian, dan kendala dalam menerapkan kebiasaan baik
di lingkungan tertentu.
Jelaskan arti pemberian ASI eksklusif (ASI saja)
¨ Pemberian ASI eksklusif berarti memberikan hanya ASI saja. Ini berarti
bayi tidak diberi air putih, teh, minuman ramuan, cairan lain,
maupun makanan selama 6 bulan pertama usianya. (Penting untuk
menyebutkan jenis minuman dan makanan yang biasa diberikan
dalam 6 bulan pertama. Dalam sebuah program ditemukan bahwa
ibu-ibu menganggap pesan “jangan memberi cairan” tidak berlaku
untuk teh/minuman herbal atau cairan lain).
Ambil gagasan yang sering dikaitkan dengan cairan dan terapkan
pada kolostrum
¨ Kolostrum adalah minuman selamat datang untuk bayi baru lahir.
Kolostrum juga merupakan imunisasi pertama bagi bayi, yang
melindunginya terhadap penyakit.
¨ Kolostrum membersihkan lambung bayi yang baru lahir. Air manis
tidak diperlukan.
Jelaskan mengapa bayi yang diberi ASI eksklusif (ASI saja) tidak
memerlukan cairan lain
¨ ASI terdiri dari 88% air.
¨ Setiap kali ibu menyusui bayinya, bayi memperoleh air melalui ASI.
¨ ASI mengandung semua yang diperlukan untuk menghilangkan rasa
haus dan membuat bayi merasa kenyang. ASI adalah makanan dan
minuman terbaik bagi bayi agar tumbuh kuat dan sehat.
Tunjukkan berbagai risiko bila memberi cairan pada bayi
¨ Memberi cairan pada bayi dapat membahayakan kesehatannya dan
menyebabkan diare serta penyakit. Sedangkan ASI bersih dan murni
serta melindungi bayi dari penyakit.
¨ Lambung bayi masih kecil. Bila bayi minum air putih, maka tidak ada
tempat lagi untuk menerima ASI yang dibutuhkannya untuk tumbuh
kuat dan sehat.
Kaitkan kebiasaan pemberian ASI yang baik dengan kecukupan
asupan cairan
¨ Apabila ibu menganggap bayinya haus, maka harus segera disusui.
Dengan demikian bayi akan mendapat semua cairan yang
dibutuhkannya.
¨ Lebih sering ibu menyusui bayinya, lebih banyak ASI yang diproduksi,
dan ini berarti akan tersedia lebih banyak cairan untuk bayinya.

Petunjuk tentang kebutuhan cairan bayi usia di atas 6
bulan kurang begitu jelas dibandingkan usia 6 bulan
pertama. Pada usia 6 bulan, perlu diperkenalkan makanan
pendamping, yaitu makanan tambahan selain ASI untuk
memenuhi kebutuhan gizi bayi yang meningkat. Jenis
makanan yang dikonsumsi bayi mempengaruhi jumlah
kebutuhan airnya. Umumnya kebutuhan cairan bayi usia
6-11 bulan dapat dipenuhi dari ASI saja. Cairan tambahan
dapat diperoleh dari buah atau jus buah, sayuran, atau
sedikit air matang setelah pemberian makan.
Penting diperhatikan untuk menjamin bahwa air putih
dan cairan lain tidak menggantikan ASI. Air dapat
menghilangkan atau mengencerkan kandungan gizi dari
makanan pendamping kaya energi. Energi yang dihasilkan
dari bubur, sop, kaldu, dan makanan cair lain yang
diberikan kepada bayi umumnya di bawah batas yang
dianjurkan untuk makanan pendamping (0,6 kcal/g).
Mengurangi jumlah air yang ditambahkan pada makanan
ini dapat meningkatkan kondisi gizi anak dalam kelompok
usia ini.
Seberapa banyak kebutuhan cairan
bayi usia di atas 6 bulan? Publikasi LINKAGES yang berkaitan:
¨ Facts for Feeding: Birth, Initiation of
Breastfeeding, and the First Seven Days
after Birth, 2002
¨ Facts for Feeding: Breastmilk- A Critical
Source of Vitamin A for Infants and
Young Children, 2000
¨ Facts for Feeding: Recommended
Practices to Improve Infant Nutrition
during the First Six Months, 2001
¨ Quantifying the Benefits of Breastfeeding:
A Summary of the Evidence, 2002
¨ Recommended Feeding and Dietary
Practices to improve Infant and Maternal
Nutrition, 1999
Referensi
Atas ijin dari the LINKAGES program,“Exclusive Breastfeeding: The Only Water Source Young Infants Need-Frequently
Asked Questions“ diterjemahkan oleh ASUH program (Awal Sehat Untuk Hidup Sehat), dengan dukungan dari
United States for International Development (USAID) Indonesia, di bawah Award No. 497-A-00-01-00003-00,
yang dikelola oleh the Program for Appropriate Technology in Health (PATH). Publikasi asli dalam Bahasa
Inggris diterbitkan dengan dukungan USAID GH/HIDN (Cooperative Agreement. NO. HRN-A-00-97-00007-00).
Isi dan pendapat di dalam publikasi ini tidak harus merupakan isi dan pendapat dari USAID atau AED.
Almroth SG, Bidinger P. No need for water supplementation
for exclusively breastfed infants under hot and arid
conditions. T Roy Soc Trop Med H 1990; 84,602-4.
Armelini PA, Gonzalez CF. Breastfeeding and fluid intake in
a hot climate. Clin Pediatr 1979; 18:425-5.
Brown K et. al. Infant-feeding practices and their relationship
with diarrheal and other diseases in Huascar (Lima), Peru.
Pediatrics 1989 Jan; 83 (1):31-40.
Glover J, Sandilands M. Supplementation of breastfeeding
infants and weight loss in hospital. J Hum Lact 1990
Dec;6 (4):163-6.
Goldber, NM, Adams E. Supplementary water for breast-fed
babies in a hot and dry climate - not really a necessity. Arch
Dis Child 1983; 58:73-74.
Hossain M et al. Prelacteal infant feeding practices in rural
Egypt. J Trop Pediatr 1992 Dec; 38 (6):317-22.
Popkin BM et al. Breast-feeding and diarrheal morbidity.
Pediatrics 1990 Dec; 86 (6): 874-82.
Sachdev HPS et al. Water supplementation in exclusively
breastfed infants during summer in the tropics. Lancet
1991 April; 337:929-33.
Victora C et al. Infant feeding and deaths due to diarrhea;
A case-control study. Am J Epidemiol 1989, May; 129 (5):
1032-41.
World Health Organization. Breastfeeding and the use of
water and teas. Division of Child Health and
Development Update, No. 9 (reissued, Nov. 1997).
Academy for Educational Development

0 komentar:

Posting Komentar