Kamis, 18 November 2010

PANU (Malassezia furfur)

Penyakit panu merupakan “penyakit rakyat” yang dapat menyerang semua orang pada semua golongan umur. Jadi tidak benar bila ada yang beranggapan bahwa penyakit kulit, khususnya panu, hanya menyerang orang yang berprofesi pekerja kasar seperti tukang becak, kuli atau sopir. Anggapan ini tentu salah, sebab penyakit kulit dapat menyerang siapa saja dan apapun pekerjaannya. Apalagi Indonesia adalah wilayah yang berada di daerah tropis sehingga membuat penduduknya mudah berkeringat. Keringat yang dibiarkan menempel pada kulit dalam waktu yang lama akan menjadi tempat tumbuhnya panu dengan subur.

Penyakit panu dalam bahasa kedokterannya disebut pitiriasis versikolor atau tinea versikolor yang disebabkan oleh jamur dalam genus Malassezia dan sebagai spesies tunggal disebut sebagai Malassezia furfur. Nama Malassezia furfur diambil dari nama penemunya Louis-Charles Malassez (dari prancis) pada akhir abad ke-19.
A. Aspek Biologi
Morfologi
Malassezia furfur merupakan flora normal dan terdapat pada mukosa dan kulit. Jamur ini berupa kelompok sel-sel bulat, bertunas, berdinding tebal, dan hifanya berbatang pendek dan bengkok. Malassezia furfur menghasilkan konidia sangat kecil ( mikrokonidia ) pada hifanya, tetapi di samping itu juga menghasilkan makrokonidia besar, multiseptat, berbentuk gelendong yang jauh lebih besar daripada mikrokonidianya.
Gambar : Malassezia furfur
Nampak untaian jamur ( pemeriksaan mikroskop ) terdiri dari spora dan hifa yang saling bergabung satu sama lainnya.
Klasifikasi
Klasifikasi ilmiah dari Malassezia furfur :
Kerajaan : Fungi
Divisio : Basidiomycota
Kelas : Hymenomycetes
Ordo : Tremellales
Familia : Filobasidiaceae
Genus : Malassezia
Spesies : Malassezia furfur
B. Penyakit yang Ditimbulkan
Infeksi karena jamur Malassezia furfur akan menimbulkan penyakit pitiriasis versikolor atau panu. Gejalanya berupa bercak-bercak putih, kadang kemerahan atau cokelat. Biasanya terdapat di badan tapi bisa juga menyebar ke wajah dan disertai rasa gatal bila berkeringat. Jika sudah sembuh, penyakit panu itu sering meninggalkan bercak putih yang menetap dalam beberapa bulan sebelum kembali ke kulit normal.
Pitiriaris versikolor timbul ketika ragi Malassezia furfur yang secara normal mengkoloni kulit berubah dari bentuk yeast menjadi bentuk miselia yang patologik, kemudian menginvasi stratum korneum kulit. Beberapa kondisi dan faktor yang berperan pada patogenesis pitiriaris versikolor antara lain lingkungan dengan suhu dan kelembaban tinggi, produksi kelenjar keringat yang berlebih.
Jamur yang ditemukan sebenarnya normal ditemukan di kulit manusia. Namun dalam keadaan tertentu, misalnya kulit berkeringat, jamur ini akan membuat kulit menjadi berubah warna.
Penyakit ini dapat menyerang semua umur baik laki-laki maupun perempuan. Penyakit ini termasuk penyakit menular, karena jamur bisa berpindah dari bagian yang satu ke bagian yang lain. Terutama dari rambut ke kulit di bawahnya.
Hal-hal yang memudahkan seseorang terkena panu:
1. Kurang menjaga kebersihan tubuh
2. Keadaan basah atau berkeringat banyak
3. Keadaan yang lembab
C. Obat yang Digunakan
Pengobatan dapat dilakukan secara topikal dan sistemik. Bila lesinya minimal atau terbatas, dapat diberikan secara topikal dengan golongan imidazol, misalnya ketoconazole dalam bentuk krim. Pengobatan harus dilakukan menyeluruh, tekun, dan konsisten, karena penyakit panu sering kambuh dan untuk mencegah serangan ulang.
Mekanisme kerja dari ketoconazole yaitu dengan menghambat biosintesis ergosterol atau sterollain, yang merusak membran dinding sel jamur dan merubah permeabilitas sehingga menghambat pertumbuhan jamur. Secara klinik ketoconazole aktif terhadap dermatofit jenis Epidermophyton floccosum, Malassezia furfur dan candida spp.
Aturan pakainya: oleskan 1-2 kali sehari pada daerah lesi dan dibiarkan selama 10-15 menit, tergantung pada beratnya infeksi. Pengobatan harus diteruskan sampai beberapa hari sesudah semua gejala hilang. Lama pengobatan biasanya 3-4 minggu. Salep harus dioleskan pada kulit yang telah bersih, setelah mandi atau sebelum tidur, meskipun lesinya telah hilang. Menghentikan pengobatan dengan salep dapat menimbulkan kekambuhan. Pasalnya jamur belum terbasmi dengan tuntas.
Pengobatan secara sistemik dilakukan bila lesinya luas. Obat golongan ketoconazole dapat diberikan secara oral selama 7-10 hari.
Jangan lupa, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat-obat tersebut. Sebab obat-obat itu, tidak untuk semua orang. Mereka yang menderita payah liver tidak dapat menelan jenis obat-obatan itu.
Untuk pencegahan, dapat dilakukan dengan selalu menjaga higienitas perseorangan, hindari kelembaban kulit dan menghindari kontak langsung dengan penderita.
D. Daftar Pustaka
Anonim, 2005, Cegah Serangan Panu, Penyakit Rakyat Juga Butuh Obat, http://www.surya.co.id/web, diakses tanggal 13 April 2008
Anonim, 2005, Lusanoc Antifungal, http://www.meprofarm.com, diakses tanggal 13 April 2008
Anonim, 2007, Panu yang Bikin Malu, http://www.MedanBisnisOnline.com, diakses tanggal 13 April 2008
Anonim, 2007, Malassezia Species, http://www.doctorfungus.org, diakses tanggal 13 April 2008
Jawetz, 1995, Mikrobiologi Kedokteran, 611, EGC, Jakarta
Kurniyanta, 2002, Panu Bisa Serang Siapa Saja, http://www.bali-travelnews.com, diakses tanggal 13 April 2008
Dinar Catur Mardianti/078114129

0 komentar:

Posting Komentar