Senin, 19 September 2011

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


Pendahuluan

  Sejarah dan Latar Belakang

    Semenjak umat manusia menghuni planet bumi ini, sebenarnya mereka sudah seringkali  menghadapi masalah-masalah kesehatan serta bahaya kematian yang disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan hidup yang ada di sekeliling mereka seperti benda mati, mahkluk hidup, adat istiadat, kebiasaan dan lain-lain.  Namun oleh karena keterbatasan ilmu pengetahuan mereka pada saat itu, maka setiap kejadian yang luar biasa dalam kehidupan mereka selalu diasosiasikan dengan hal-hal yang bersifat mistik, seperti wabah penyakit sampar yang berjangkit di suatu tempat dianggap sebagai kutukan dan kemarahan dewata.

   Masa silih berganti, pada abad ke-19, terjadi Revolusi Industri di Inggris, era industrialisasi ini menimbulkan masalah baru pada masyarakat Inggris berupa munculnya daerah pemukiman kumuh, akumulasi buangan dan kotoran manusia, masalah sosial dan kesehatan terjadi di mana-mana terutama di kota-kota besar.

  Pada tahun 1832, terjadi wabah penyakit kolera yang dahsyat di Inggris dan membawa banyak korban jiwa manusia, John  Snow (1854) melakukan penelitian epidemiologik terhadap wabah kolera yang terjadi di Broad Street, London dan membuktikan bahwa penularan penyakit kolera yang terjadi di Inggris pada saat itu disebabkan oleh sumber air bersih yang dikonsumsi oleh masyarakat tercemar dengan bakteri Vibro-kolera.  Mulai sejak itu, konsep pemikiran mengenai faktor-faktor lingkungan hidup eksternal manusia yang mempunyai pengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap masalah kesehatan terus menerus dipelajari dan menjadi dasar pemikiran  atau cikal bakal berkembangnya suatu disiplin ilmu kedokteran yang berbasis pada  kesehatan masyarakat.              

   Profesor Winslow,1920 membuat definisi Public Health atau Kesehatan Masyarakat untuk memberikan arah dan tujuan perkembangannya dalam dunia kedokteran sesuai dengan dinamika kehidupan masyarakat dan tuntutan zaman.

□ Definisi Public Health(Winslow)


Public health is a science and art of preventing diseases, prolonging life, promoting health and efficiency   through organized  community efforts.


Public Health atau Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni untuk mencegah  penyakit,memperpanjang hidup, promosi  kesehatan dan efisiensi  dengan cara  mengorganisir kekuatan pada masyarakat  yang sering disebut sebagai Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan atau disebut Public Health and Preventive Medicine.

    Perkembangan negara – negara industri  di dunia  demikian pesatnya, maka  terjadi perubahan konsep kesehatan Masyarakat, sejak dicanangkan deklarasi Alma Ata 1982, *Health for All by the Year 2000* konsep Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan dengan dengan segala dinamika yang terjadi dalam suatu masyarakat berkembang dan berubah menjadi World Health berupa  Kedokteran Komunitas atau  Community Medicine yang melibat seluruh potensi masyarakat dunia,lintas sektoral berbagai disiplin ilmu untuk mencapai suatu  tujuan akhir bersama yaitu Health for All (Sehat Untuk Semua Orang).


 □ Kedokteran Sosial
 
   Sering disebut juga sebagai Sosial Medicine  berupa ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara  kesehatan dengan suatu komunitas dan bukan merupakan cabang baru dari ilmu kedokteran tetapi merupakan tuntutan terhadap perubahan  kebutuhan dari  manusia dan masyarakat terhadap kesehatan  yang berhubungan dengan faktor  sosial,ekonomi,lingkungan, kultur, psikologis dan genetik pada individu atau group individu dalam suatu kelompok masyarakat yang terjadi pada suatu saat waktu dan tempat yang bersamaan.

   Secara umum  tujuan dari kedokteran sosial antara lain untuk :

  ▪ Mengukur status kesehatan  suatu masyarakat serta
    prosos perkembangannya.

  ▪ Mengukur kondisi dan situasi sanitasi  lingkungan
    dalam suatu masyarakat.

  ▪ Mepelopori dan  melakukan     promosi    kesehatan
    masyarakat,usaha-usaha preventif serta  mengurangi
    semaksimal mungkin terjadi  ketidak - mampuan  dan
    kecacatan oleh sebab penyakit.

  ▪ Mengorganisir fasilitas pelayanan kesehatan dan
    usaha rehabilitasi untuk kepentingan masyarakat.

  ▪ Mengontrol kondisi sanitasi lingkungan  agar  tidak
    menimbulkan pencemaran lingkungan hidup yang  dapat
    menyebabkan terjadinya penularan agen penyakit.

  ▪ Mengontrol angka kelahiran anak dan angka kematian
    Ibu melahirkan dengan melaksanakan Program Keluarga
    Berencana. 

Aspek Dari Kedokteran Sosial

1. Anatomi Sosial

   Merupakan komponen sosial yang terdapat didalam suatu masyarakat yang terdiri dari piramida penduduk berupa kelompok umur, sek ratio,dependency ratio dan kepadatan penduduk, urbanisasi, kegiatan perekonomian, perindustrian, perumahan,sanitasi lingkungan, status sosial,income per kapita, cuaca dan iklim.irigasi,kota dan pedesaaan,stok pangan dan lainnya yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan kesehatan. 

2. Fisiologi Sosial
Status Fisiologi           
Aspek Sosial
1.  Respirasi

   
2.  Digestif

   
3.  Asimilasi


4.  Eksresi


5.  Reproduksi


6.  Pertumbuhan



7. Koordinasi
1.udara,ventilasi,urbanisasi,
Industrialisasi

2. produksi makanan,suplai air bersih

3.status nutrisi pada kelompok

4. umur dan jenis kelamin, pembuangan limbah/sampah

5.pasangan usia subur pada laki– Laki dan wanita

6.demografi - kelahiran,kematian dan pertambahan penduduk

7. bahasa, sistem komunikasi,adat Istiadat, kultur,   kebiasaan, struktur organisasi dan sistem administrasi

 
3. Patologi Sosial

   Merupakan studi sistematis terhadap masalah – masalah yang terjadi berhubungan antara penyakit pada manusia dengan kondisi sosial,ekonomi,budaya,lingkungan dan lainnya yang terdapat di masyarakat.

4. Terapi Sosial

   Bukan  pemberian obat-obatan tetapi berupa tindakan   dan kemauan politis untuk merubah situasi dan kondisi sosial,ekonomi dan lainnya menjadi lebih baik dan kondusif.

□ Kedokteran Komunitas

   Istilah Kedokteran Komunitas atau Kesehatan Komunitas merupakan perpaduan antara ilmu Kesehatan Masyarakat,Kedokteran Pencegahan dan Kedokteran Sosial dengan tujuan dan ruang lingkup   yang lebih luas yaitu dengan cara  mengorganisir seluruh kemampuan atau fasilitas yang tersedia  untuk menjaga, melindungi dan meningkatkan status kesehatan masyarakat.

    Kedokteran Komunitas meliputi pelayanan kesehatan,Kesehatan Ibu dan Anak,Keluarga Berencana,Sanitasi Lingkungan,Laboratorium,Pendidikan Kesehatan,Kontrol terhadap penyakit menular dan fasilitasi tempat untuk pelayanan tersebut diatas.

    Secara keseluruhan kedokteran komunitas adalah merupakan suatu intergrasi kesatuan yang seimbang antara kuratif,preventif dan promotif dalam pelayanan kesehatan.  

   Berbeda dengan cara yang lazim  dilakukan oleh para dokter yang bekerja di Rumah sakit atau praktek  pribadi seperti terlihat  pada tabel 1 dibawah ini :


 Cara pendekatan dalam Ilmu Kedokteran  Komunitas

     Dalam ilmu kedokteran  komunitas diperlukan perangkat tambahan disiplin ilmu epidemiologi, biostatistik, administrasi dan manajemen, riset  operasional serta sosiologi ilmu kedokteran, disamping ilmu pengetahuan mengenai medis dan kesehatan.  

     Dengan demikian terdapat  suatu metoda dan prosedur khusus untuk mendiagnosa penyakit atau kesakitan yang terjadi di masyarakat karena menyangkut pada sekelompok orang atau individu- individu yang menderita satu jenis penyakit yang terjadi pada saat waktu dan lokasi yang sama dan penularannya dapat bersifat endemik,epidemik,sporadis dan pandemik.

     Untuk  menentukan Apakah sekelompok    masyarakat itu mempunyai masalah  kesehatan  atau   tidak”?  dapat  dilakukan dengan mempergunakan   metoda   dan  prosedur yang disebut dengan Diagnosa Komunitas.   
   
Tabel 1.   Perbedaan Diagnosa Klinik dan Diagnosa Komunitas
Spesifikasi
Diagnosa Klinik
Diagnosa Komunitas
1. Populasi
  Individu-individu
   Kelompok/group masyarakat
2. Tempat
  Puskesmas,Rumah Sakit, Praktek dokter dll.
   Desa,Kecamatan, Kabupaten dst
3. Alat
   Peralatan Kedokteran,    Physical Diagnostic
    Biostatistik,     Epidemiologi
4. Cara Diagnosa
 Anamnesis, Gejala penyakit,   Laboratorium
   Pengumpulan  data    Distribusi  dan frekuensi penyakit (Who,when,where),    Vital statistik dll
5. Tindakan/ Terapi
  Medikamentosa,  Radiologi   Perawatan RS,   Rawat jalan
  Imunisasi,   Penyuluhan dan promosi kesehatan   Sanitasi lingkungan,   Kontrol terhadap penyakit menular, dll.


□ Konsep Sehat

   Sehat adalah kondisi normal dari seseorang  yang merupakan hak hidupnya berhubungan dengan  hukum alam  yang  mengatur  tubuh, jiwa dan   lingkungan berupa udara segar,sinar matahari, diet  seimbang, bekerja, istirahat, tidur, santai, kebersihan serta pikiran, kebiasaan dan gaya hidup yang baik.

   Selama beberapa dekade, definisi sehat masih dipertentangkan dan belum ada kata sepakat dari   para  ahli  kesehatan  maupun   tokoh  masyarakat  dunia, akhirnya  World  Health Organizätion (WHO) membuat definisi universal yang menyatakan bahwa sehat adalah  suatu  keadaan dimana kondisi fisik,mental dan kesejahteraan sosial  merupakan  satu  kesatuan  dan  bukan  hanya  bebas  dari  penyakit  atau kecacatan.   

□ Definsi Sehat (WHO)

`*Health   is  a  states   of  complete  physical,  mental 
    and  social  well - being and not merely the  absence
    of diseases or infirmity”.


Menurut WHO  ada tiga komponen penting yang merupakan satu kesatuan dalam definsi sehat yaitu :         

a. Sehat Jasmani  

    Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam  arti sehat seutuhnya,  berupa   sosok  manusia    yang   berpenampilan   kulit    bersih,   mata bersinar, rambut tersisir rapi,berpakaian rapi,berotot,tidak gemuk,nafas tidak bau, selera makan baik,tidur nyenyak,gesit  dan  seluruh  fungsi  fisiologi  tubuh   berjalan normal.

b. Sehat Mental 

   Sehat Mental dan sehat jasmani  selalu dihubungkan satu sama lain dalam pepatah kuno * Jiwa yang sehat terdapat didalam  tubuh yang sehat *
   Atribut seorang insan yang memiliki mental yang sehat adalah sebagai berikut :

(1) Selalu  merasa  puas  dengan  apa  yang  ada   pada
    dirinya,tidak pernah menyesal dan kasihan  terhadap
    dirinya,  selalu  gembira, santai dan  menyenangkan
    serta tidak ada tanda – tanda konflik kejiwaan.  

(2) Dapat bergaul dengan baik dan dapat menerima kritik
    serta tidak  mudah  tersinggung  dan  marah, selalu
    pengertian dan toleransi terhadap  kebutuhan  emosi
    orang lain.


(3) Dapat mengontrol  diri dan tidak  mudah emosi serta
    tidak mudah takut,cemburu. benci  serta  menghadapi
    dan dapat menyelesaikan masalah secara  cerdik  dan
    bijaksana.

c. Kesejahteraan Sosial

   Batasan kesejahteraan   sosial yang ada di setiap tempat  atau negara sulit diukur dan sangat  tergantung  dari  kultur  dan  kebudayaan  serta tingkat kemakmuran    masyarakat setempat, kesejahteraan sosial  dalam  arti  yang  lebih  hakiki  yaitu suasana  kehidupan seperti perasaan aman damai dan sejahtera, cukup pangan,sandang dan papan, masyarakat  tertib yang selalu menghargai kepentingan orang lain serta masyarakat umum. 

d. Sehat Spiritual

   Merupakan komponen tambahan pada definisi sehat oleh WHO dan sangat penting artinya  dalam kehidupan sehari – hari dimana setiap individu  perlu mendapat pendidikan formal maupun  informal, kesempatan untuk berekreasi, mendengar alunan lagu dan musik, siraman rohani seperti  ceramah agama dan lainnya agar terjadi keseimbangan jiwa  yang dinamis dan tidak monoton.    

   Keempat komponen ini dikenal sebagai sehat positif atau disebut  sebagai *Positive Health * karena lebih realitis dibandingkan dengsn definisi WHO yang hanya bersifat idealistik semata - mata. 

Relatif Konsep dari Sehat

    Konsep sehat sangat relatif dan tidak ada standar baku, bervariasi dari satu orang ke lain  orang  dan  sangat  tergamtung   pada  banyak faktor seperti ras, geografi, cuaca, kultur,tradisi,gaya hidup dan pada keadaan tertentu orang dapat hidup sehat dengan kelainan bawaan.

□ Spectrum Sehat
 
   Status sehat pada orang merupakan fenomena yang dinamis berfluktuasi  dari keadaan  yang  optimum  sampai  kepada   kematian, setiap  saat  akan   terjadi  keseimbangan dalam tubuh manusia hidup seperti terlihat pada spektrum sehat – sakit  seperti  diagram dibawah ini:

Diagram 1.1     Spektrum  Sehat  dan  Sakit

 
                 Positif Sehat
     
                 Sehat
 
                 Bebas dari sakit
     
                 Sakit yang tidak diketahui penyebabnya

                 Sakit ringan

                 Sakit berat

                 Mati

 Riwayat Alamiah Perjalanan Penyakit

   Sering disebut sebagai natural history of any diseases berupa riwayat alamiah perjalanan penyakit pada manusia yang terdiri dari:

1. Fase Pre-patogenesis

   Pada fase ini mulai terjadi  gangguan  keseimbangan antara  agen  penyakit,  manusia   dan   lingkungan, di mana  kondisi  lingkungan  lebih   menguntungkan   agen penyakit dan merugikan  manusia.
   Sebagai   contoh  polusi  udara  akibat   pembakaran hutan oleh  peladang atau  petani  pada  musim  kemarau  akan  menimbulkan  kabut  asap  tebal  atau  smog  yang menguntungkan agen penyakit dan merugikan manusia.

2. Fase  Patogenesis

   Bila  keadaan  lingkungan  yang  menguntungkan  agen penyakit berlangsung terus  menerus  dalam  waktu  yang cukup lama, maka mulai timbul gejala dan tanda  klinis. Manusia  menjadi  sakit,  selanjutnya   dapat   menjadi  sembuh  atau  penyakit   berjalan   terus   menyebabkan ketidakmampuan, cacat kronis dan mati.

   Proses  perjalanan  suatu  penyakit   terjadi  mulai adanya  gangguan  keseimbangan  antara  agen  penyakit,  host dan  lingkungan sampai terjadinya suatu  kesakitan seperti terlihat pada diagram 1.


□ Ekologi Sehat dan Sakit

   Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya disebut Ekologi. 

   Ekologi yang mempelajari seluk beluk satu jenis (spesies) makhluk hidup dengan lingkungan  disebut Autekologi.  Sedangkan ekologi yang mempelajari seluk beluk beberapa jenis mahkluk hidup sekaligus dalam suatu habitat  atau  komunitas  disebut  Sinekologi,  misalnya  ekologi  perkotaan,  hutan,  perairan  dan  lain  sebagainya  dan  ilmu  yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya disebut Ekologi Manusia,kesemua diatas membentuk  suatu
Sistem yang dikenal sebagai Ekosistem.

     Interaksi antara makhluk hidup  dengan  lingkungan abiotik dalam suatu komunitas yang  berlandaskan kepada pola makan, keanekaragaman biota  dan daur  ulang  demi kelangsungan hidup disebut Ekosistem.  Lingkungan hidup pada  manusia  maupun  makhluk  hidup   lainnya   dapat dibedakan menjadi dua yaitu lingkungan  hidup  internal dan eksternal.

□ Manusia dan Lingkungannya

▪ Lingkungan Hidup Internal
     Adalah proses fisiologis dan biokimia yang terjadi dalam tubuh manusia yang pada saat tertentu serta mampu menyesuaikan diri dengan  perubahan  dan  keadaan  yang terjadi di  luar  tubuhnya  demi   untuk   kelangsungan hidupnya  disebut   Haemostatis,   misalnya   perubahan temperatur dari panas ke dingin.

▪ Lingkungan Hidup Eksternal

     Yaitu  segala sesuatu  berupa  benda  hidup  atau mati, ruang energi, keadaan sosial ekonomi dan  budaya yang dapat membawa  pengaruh terhadap peri - kehidupan manusia dipermukaan bumi ini.


□ Agen Penyakit, Manusia dan Lingkungan
    
   Ditinjau dari sudut ekologis ada tiga faktor yang dapat menimbulkan suatu kesakitan, kecacatan, ketidakmampuan dan kematian pada manusia yaitu disebut  sebagai  Ecological    atau  Epidemiological Triad  yaitu agen penyakit, manusia dan lingkungannya.  Dalam keadaan normal terjadi suatu keseimbangan yang dinamis antara ketiga komponen ini atau dengan kata lain  orang  disebut  Sehat.  Pada  suatu  keadaan di mana keseimbangan  dinamis  ini  terganggu  misalnya kualitas lingkungan  hidup  menurun sampai ketingkat tertentu maka akan  memudahkan  agen  penyakit  masuk  ke dalam tubuh manusia dan orang disebut Sakit.

□ Agen Penyakit

  Agen penyakit dapat berupa benda hidup atau mati dan faktor mekanis, kadang-kadang  untuk  penyakit  tertentu penyebabnya  tidak  diketahui   seperti   penyakit  ulkus peptikum, coronary  heart  disease  dan  lain-lain. Agen penyakit  dapat  diklasifikasi  menjadi  lima kelompok yaitu :


1.  Agen Biologis
    Virus, bakteri, fungi, ricketsiae, protozoa
    dan metazoa.

2.  Agen Nutrisi
    Protein,lemak,karbohidrat,vitamin,mineral dan
    lainnya.

3.  Agen Fisik
    Panas, radiasi, dingin, kelembaban,  tekanan,
    cahaya dan kebisingan.

4.  Agen Chemis
    Dapat bersifat  endogenous  sepertii  acidosis,
    diabetes (hyperglycemia), uremia dan  exogenous
    seperti  zat  kimia,  allergen, gas, debu dan
    lainnya.

5.  Agen Mekanis
    Gesekan,benturan,pukulan  yang  dapat  menimbulkan 
    kerusakan jaringan  pada tubuh Host(Pejamu).  

□ Manusia/Host

    Faktor manusia sangat komplek dalam proses  terjadinya  penyakit  dan tergantung  dari  karakteristik  yang dimiliki oleh masing-masing individu yaitu:

1.  Umur
    Menyebabkan  adanya  perbedaan   penyakit  yang  di
    derita  seperti  penyakit  smallpox   pada  kanak –
    kanak, penyakit    kanker  pada  usia   pertengahan
    dan penyakit arterosclerosis pada  usia lanjut.

2.  Seks
    Frekuensi  penyakit pada  laki- laki  lebih  tinggi
    Dibandingkan  dengan  wanita  dan   pada   penyakit
    tertentu    seperti   resiko     kehamilan    serta
    persalinan   hanya   terjadi   pada    wanita   dan
    penyakit hipertropi prostat hanya dijumpai pada 
    laki-laki.


 3.  Ras
    Hubungan  antara  ras  dengan  penyakit  tergantung
    dari perkembangan adat  istiadat dan      kebudayan
    di  samping    terdapat    penyakit   yang    hanya
    dijumpai  pada  ras    tertentu    seperti   sickle
    cell anemia pada ras Negro.

4.  Genetik  
    Ada  penyakit  tertentu  yang   diturunkan   secara
    herediter  seperti mongolism, phenylketonuria, buta
    warna,  haemophylia dan lain-lain.

5.  Pekerjaan
    Status pekerjaan mempunyai  hubungan  erat  dengan
    Penyakit  akibat  pekerjaan   seperti    keracunan,
    kecelakaan kerja, silicosis,asbestosis dan lainnya.

6.  Status Nutrisi
    Gizi   jelek   mempermudah    sesorang   menderita
    penyakit infeksi seperti  TBC  dan  kelainan  gizi
    seperti  obesitas, cholesterol tinggi  dan lainnya.

7.  Status kekebalan
    Reaksi  tubuh  terhadap  penyakit  tergantung  dari
    status    kekebalan    yang   dimiliki   sebelumnya
    seperti kekebalan   terhadap  penyakit  virus  yang
    tahan lama dan seumur hidup.

8.  Adat - istiadat
    Ada    beberapa    adat    istiadat    yang   dapat
    menimbulkan   penyakit  seperti   kebiasaan   makan
    ikan  mentah  dapat   menyebabkan  penyakit  cacing
    hati.

9.  Gaya hidup
    Kebiasaan  minum  alkohol,  narkoba   dan   merokok
    dapat menimbulkan gangguan pada  kesehatan. 

10. Psikis
    Faktor kejiwaan  seperti  emosional,  stres  dapat
    Menyebabkan  terjadinya    penyakit     hipertensi
    ulkus  peptikum, depresi, insomnia dan lainnya.




□ Lingkungan
 
    Lingkungan hidup manusia pada dasarnya terdiri  dari dua  bagian  yaitu  lingkungan   hidup   internal  berupa keadaan yang dinamis  dan  seimbang  yang  disebut homeostatis dan  lingkungan hidup eksternal di luar tubuh manusia yang terdiri  dari tiga komponen yaitu :

1. Lingkungan fisik

   Bersifat abiotik atau benda mati seperti air, udara, tanah, cuaca, makanan, rumah, panas, sinar, radiasi dan lain-lain.   Lingkungan  fisik ini  berinteraksi  secara konstan dengan  manusia  sepanjang   waktu  dan masa serta memegang peran  penting  dalam  proses  terjadinnya  penyakit  pada masyarakat, seperti kekurangan persediaan air bersih terutama pada musim kemarau dapat menimbulkan penyakit diare di mana-mana.

2. Lingkungan biologis

   Bersifat biotik atau  benda  hidup  seperti  tumbuh-tumbuhan, hewan, virus, bakteri, jamur, parasit, serangga dan lain-lain yang dapat berfungsi sebagai agen penyakit, reservoir infeksi,  vektor  penyakiit  dan  hospes intermediate.
   Hubungan  manusia  dengan   lingkungan   biologisnya bersifat  dinamis  dan  pada  keadaan  tertentu  di  mana terjadi ketidak-seimbangan antara hubungan manusia  dengan lingkungan biologis maka manusia akan menjadi sakit.

3. Lingkungan  sosial

   Berupa  kultur,  adat istiadat,  kebiasaan, kepercayaan,  agama,  sikap,  standar  dan  gaya  hidup, pekerjaan, kehidupan  kemasyarakatan,  organisasi  sosial dan politik.Manusia diipengaruhi oleh lingkungan sosial  melalui berbagai   media   seperti   radio,   TV,  perss,   seni, literatur, cerita, lagu dan sebagainya.
   Bila manusia tidak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sosial, maka akan terjadi konflik kejiwaan dan menimbulkan gejala psikosomatik seperti stres, insomnia, depresi dan lainnya.

□ Interaksi Agen Penyakit, Manusia dan
  Lingkungan

    Dalam  usaha - usaha  pencegahan  dan   kontrol   yang efektif  terhadap  penyakit  perlu  dipelajari  mekanisme interaksi yang terjadi antara agen penyakit, manusia  dan lingkungannya yaitu sebagai berikut :

1. Interaksi antara agen penyakit dengan lingkungan

     Suatu keadaan  di  mana  agen  penyakit   langsung dipengaruhi  oleh  lingkungan  dan   menguntungkan agen penyakit, terjadi  pada  saat prepathogenesis  dari  suatu penyakit, misalnya viabilitas bakteri terhadap sinar matahari, stabilitas vitamin  yang terkandung  dalam  sayuran  di  dalam ruang  pendingin, penguapan bahan kimia beracun oleh proses pemanasan bumi global.


2. Interaksi antara manusia dengan lingkungan
 
    Suatu keadaan di mana manusia langsung  dipengaruhi oleh lingkungannya dan terjadi pada saat pre-pathogenesis dari  suatu  penyakit, misalnya  udara  dingin, hujan dan kebiasaan membuat dan menyediakan makanan.


3.Interaksi antara manusia dan agen penyakit

     Suatu keadaan  di  mana  agen  penyakit   menetap, berkembang  biak  dan  dapat  merangsang   manusia  untuk menimbulkan  respon  berupa  tanda-tanda  dan  gejala penyakit,  misalnya  demam, perubahan fisiologis jaringan tubuh, pembentukan  kekebalan  atau  mekanisme pertahanan tubuh lainnya. Interaksi yang terjadi dapat berupa sembuh sempurna, cacat, ketidakmampuan atau kematian.



4.Interaksi agen penyakit, manusia dan lingkungan

     Suatu  keadaan  di mana  agen  penyakit, manusia dan lingkungan bersama-sama  saling mempengaruhi  dan memperberat  satu  sama  lain sehingga  memudahkan  agen penyakit  baik  secara  tidak  langsung  maupun  langsung masuk ke dalam  tubuh  manusia, misalnya  pencemaran  air sumur  oleh  kotoran  manusia  akan  dapat menimbulkan penyakit muntaber(water borne diseases).


□ Tahapan Dari Usaha Preventif
   Berupa tahapan usaha  pencegahan  perjalanan  pada suatu penyakit disebut dengan Level of Prevention.

   Pada fase Pre-patogenesis, keseimbangan antara  agen  penyakit, manusia  dan  lingkungan mulai terganggu, bila dibiarkan saja maka gejala  penyakit akan segera timbul dan  perlu dilakukan Primary  Prevention berupa promosi kesehatan dan perlindungan spesifik   agar orang tersebut tidak menjadi sakit.

    Pada keadaan tertentu dimana usaha yang dilakukan tidak dapat mencegah terjadinya  penyakit dan memasuki fase Pathogenesis  dilakukan Secondary Prevention  berupa diagnosa dini dan pengobatan yang adekuat agar  penyakit  dapat  segera  sembuh  atau penyakit berjalan kronis dan  menyebabkan ketidakmampuan, cacat  dan  agar dapat  bertahan hidupnya dilakukan Tertiary Prevention berupa usaha rehabilitasi serta mengurangi kecacatan atau ketidak – mampuan.

 
▪ Primer Preventif
     Adalah usaha dan tindakan preventif yang dilakukan pada saat  fase  pre-patogenesis dari  suatu penyakit demgan  melakukan  pendekatan  yaitu  menjaga  keseimbangan  antara agen penyakit,host dan lingkungan tidak terganggu dan tetap dinamis dengan cara : 

a)  Memusnahkan  atau menghancurkan  agen penyakit yang berbahaya,berupa usaha – usaha  yang dapat dilakukan antara lain mesuci-hamakan atau  desinfektan, manipulasi lingkungan hidup, pendidikan dan promosi kesehatan.   


      
b)  Mencegah terjadinya  kontak antara agen penyakit
   dengan host dengan cara memutus rantai penularan
   berupa kontrol vektor penyakit,isolasi penderita
   dan tindakan preventif seperti memakai masker dan
   alat pelindung lainnya.             

c)  Meningkatkan daya tahan tubuh host  terhadap agen
   penyakit dengan cara memberikan kekebalan  buatan
   berupa imumnisasi dan vaksinisasi serta perbaikan
   status gizi masyarakat.     

Contoh:
 
   Kasus penyakit Avian Infleunza atau Flu burung   yang  sekarang  sedang berjangkit di Indonesia  perlu  dilakukan  promosi  kesehatan   berupa  penyuluhan kesehatan  dan   kebersihan   lingkungan  seperti  desinfektan   kandang   unggas (biosecurity), mempergunakan  masker  dan  memasak   daging   unggas   pada temperatur 60◦C   selama 1-2 menit  serta  tindakan spesifik memutuskan rantai penularan  dengan  cara case  finding  pada  unggas  dan    manusia  yang  sudah terinfeksi virus H5 N1, vaksinisasi pada unggas peliharaan dan membunuh,membakar serta   mengubur unggas yang sudah terinfeksi.

▪ Sekunder Preventif  

   Strategi penting pada sekunder preventif  adalah  Screening dan  mendeteksi penyakit,mendiagnosa dan mengobati secara dini  penyakit - penyakit yang asimtomatis atau  penyakit  kronis, pada  keadaan dimana terdapat  jenis penyakit yang tidak diketahui dapat  dilakukan suatu cara atau prosedur identifikasi presumptif  untuk  mendeteksi  suatu   penyakit yang sedang berjangkit dimasyarakat secara cepat  dan  murah   yang  disebut   dengan Screening Test yang ditujukan untuk memisahkan orang yang benar – benar tidak sakit dari orang – orang yang dicurigai atau mempunyai resiko tinggi menderita suatu penyakit di masyarakat.
 
     Screening test tidak  dapat  dipakai  untuk  mendiagnosa   dan  memerlukan pemeriksaan tambahan yang diperlukan untuk menentukan diagnosa definitif.


 
▪ Persyaratan penggunaan Screening Program
    
   Terdapat lima keadaan atau kondisi yang harus dipenuhi untuk mempergunakan  screening program antara lain :
 

   1.Prevalensi   dari  suatu   penyakit   yang   tidak
     dapat di diagnosa atau pada suatu  keadaan  dimana
     angka  kesakitan  yang tinggi  pada suatu kelompok
     masyarakat.
 
  2. Pada  saat terjadi  kondisi  kritis  dan   serius
     untuk perlu segera ditanggulangi.

  3.Pengobatan yang akan  dilakukan  mudah  dan  lebih
    efektif  dibandingkan   dengan   cara   pengobatan
    sebelumnya.

  4.Probabilitas dari hasil screening yang  menyatakan
    orang menderita sakit atau  tidak sakit sangat
    tinggi.

  5.Penentuan tanda  positif dan negatif mudah
    dilakukan,biaya murah dan tidak bersifat subjektif 

   (Penggunaan screening test lebih khusus akan dibahas
    pada bab epidemiologi)

▪ Tertiar Preventif

    Khusus untuk penyakit kronis atau sembuh  dengan cacat seperti penyakit lepra atau kusta dilakukan operasi bedah  plastik serta  pembinaan  mental, sosial dan lainnya  pasca penyakit agar dapat diterima kembali oleh masyarakat.


□ Masalah Kesehatan Masyarakat di Indonesia

   Sebagai salah satu  negara yang sedamg berkembang dengan jumlah penduduk sudah mencapai lebih dari 200 juta jiwa, masalah kesehatan di Indonesia  menjadi sangat komplek sekali terutama di kota-kota besar, hal tersebut disebabkan antara lain :


1. Urbanisasi Penduduk dari Desa ke Kota
   Terjadi pemindahan penduduk dalam jumlah besar dari
   desa ke kota,hal ini terjadi karena lahan pertanian
   semakin berkurang  terutama  di  pulau  Jawa    dan
   terbatasnya lapangan kerja  mengakibatkan  penduduk
   desa  berbondong – bondong  datang  ke  kota  besar
   mencari pekerjaan  sebagai  pekerja  kasar  seperti
   pembantu rumah tangga,kuli bangunan  dan  pelabuhan,
   pemulung  bahkan  menjadi   pengemis  dan  pengamen 
   jalanan yang secara tidak langsung  membawa  dampak
   sosial dan  terhadap kesehatan  lingkungan  seperti
   munculnya pemukiman kumuh dimana – mana.

2, Cara dan Tempat Pembuangan Sampah
   Hampir setiap tempat di Indonesia, sistem pembuangan
   sampah dilakukan secara  sistim  dumping  tanpa  ada 
   pengelolaan lebih  lanjut, selain  memerlukan  lahan
   yang  cukup  luas, menyebabkan   terjadi  pencemaran
   pada  udara, tanah  dan  air  serta  menjadi  tempat
   berkembang - biaknya  agen   dan   vektor   penyakit
   menular. 

3. Penyediaan Sarana Air Bersih
   Berdasarkan  survei  yang  pernah   dilakukan, hanya
   sekitar  60 %  penduduk  Indonesia  mendapatkan  air
   bersih  dari  PDAM  terutama  untuk  penduduk  kota,
   selebihnya  mempergunakan  sumur  atau   sumber  air
   bersih lain. Bila datang musim kemarau akan  terjadi
   krisis air dan mulai timbul penyakit gastroenteritis
   dimana-mana.
       
4. Pencemaran Udara 
   Tingkat pencemaran udara di Indonesia sudah melebihi
   nilai ambang  batas  normal  terutama di kota – kota
   besar  akibat  gas  buangan  kendaraan  bermotor dan
   hampir setiap  tahun  asap  tebal  meliputi  wilayah
   Nusantara bahkan sampai ke  negara  tetangga  akibat
   Pembakaran   hutan   untuk   lahan   pertanian   dan
   perkebunan.

5. Pembuangan Limbah Industri dan Rumah Tangga
   Hampir semua  limbah  cair  baik  yang  berasal dari
   rumah  tangga  dan  industri  dibuang  langsung  dan
   bercampur  menjadi  satu  ke   badan   sungai   atau
   laut, ditambah  lagi  kebiasaan  penduduk  melakukan
   kegiatan   Mandi, Cuci,  Kakus  (MCK)   di  bantaran
   sungai  sehingga  kualitas  air sungai  menurun  dan
   apabila  digunakan  untuk  sumber air  bahan    baku
   penjernihan air bersih memerlukan biaya yang  sangat
   tinggi.


6. Bencana Alam dan Pengungsian
   Bencana  alam   Genpa  bumi, tanah  longsor, gunung
   meletus, banjir yang  setiap saat  terjadi di mana –
   mana ditambah lagi konflik horizontal  antar  daerah 
   mengakibatkan terjadi  pengungsi  penduduk  menambah
   makin rumitnya  masalah kesehatan di Indonesia.    

7. Otonomi Daerah dan Primary Health Care
   Nilai Hesehatan bagi masyarskat kecil dan yang tidak
   mampu  menjadi  sesuatu  hal   yang   sangat   mahal
   harganya dimana hampir semua  fasilitas    kesehatan
   yang dimiliki   oleh    pemerintah    telah  dirubah 
   status menjadikan perusahaan  Swadana serta   dampak
   dari otonomi daerah sebagian  besar  pelayanan  dari
   Posyandu  di daerah telah dinon – aktifkan dan tidak
   berfungsi  sehingga  menimbulkan   penyakit   busung
   lapar dan  poliomyelitis terjadi dimana – mana.    

8. Peningkatan Prevalensi dan Insiden Penyakit Menular
   Terjadi   peningkatan   prevalensi   dan   insidensi
   penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk aeperti
   Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria dan bersifat
   emdemis serta penyakit  lain  yamg  ditularkan  oleh
   hewan ternak seperti   penyakit  Anthrax  dan  Avian
   Infleunza. 
  
9. Status Ekonomi dan Tingkat Pengangguran   
   Berdasarkan data  Badan  Pusat   Statistik(BPS)  dan
   Departemen Tenaga Kerja   hampir  50  juta  penduduk
   Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan dan tingkat
   Pengangguran sudah  mencapai  sekitar 20 juta  orang
   dengan  angka  pertambahan  jumlah  penduduk  setiap
   tahun  sekitar  1,8  sampai  2%,   semua   ini  akan 
   menambah  makin  kompleknya  masalah   kesehatan  di
   Indonesia.   

10.Drugs Abuse atau Penyalah-gunaan Obat Narkoba
   Penyalah-gunaan  obat narkotika dan obat  berbahaya
   lain  dikalangan  masyarakat  hampir  setiap   hari
   diberitakan oleh media masa serta    diketemukannya
   pabrik pembuat pil ekstasi terbesar ketiga di dunia.

0 komentar:

Posting Komentar