Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2011

Penyakit Karies Gigi (dental caries)

Pendahuluan

Hubungan antara kesehatan anak dan kesehatan gigi merupakan suatu hubungan timbal balik, disini perkembangan gigi erat hubungannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan anak pada umumnya; keadaan kesehatan gigi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak sebaliknya juga keadaan kesehatan seorang anak dapat mempengaruhi perkembangan giginya. Misalnya seorang anak dengan kesehatan gigi yang buruk dapat menyebabkan intake makanan tidak baik atau tidak sempurna, dan gigi yang sering mengalami infeksi selain dapat menimbulkan demam juga dapat merupakan Focal Infection. Sebaliknya keadaan kurang gizi dan kesehatan umum yang tidak baik pada masa-masa prenatal atau pasca natal menghambat perkembangan gigi anak.

Keberhasilan perawatan gigi pada pasien anak tergantung pada ketelitian pemeriksaan, diagnosa yang tepat dan perawatan yang tepat. Untuk mencapai hal tersebut harus ada kerja sama yang merupakan segi tiga yang saling berhubungan satu sama lain (Segi tiga Pedodontik). Segi tiga tersebut merupakan rangkaian tiga unsur yaitu dokter gigi beserta stafnya, anak sebagai pasien dan orang tua/wali pasien. Kerja sama diantara ketiga unsur tersebut harus dibina dengan baik demi keberhasilan perawatan yang akan dilakukan.

Sabtu, 11 Juni 2011

Penyakit Gagal Ginjal Kronik Pada Anak dan Dewasa (bag.2)

PENDAHULUAN

Dari data di beberapa pusat nefrologi di Indonesia diperkirakan insidensi  dan prevalensi penyakit ginjal kronik (PGK) masing-masing berkisar 100-150/ 1 juta penduduk dan 200-250/ 1 juta penduduk. Data dari Third Health and Nutrition Examination Survey (THANES III) tahun 2003 di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 11% penduduk berumur kurang dari 20 tahun yang di teliti mengidap penyakit ginjal kronik

Gagal ginjal kronik adalah suatu keadaan menurunnya laju filtrasi glomerulus (LFG) yang bersifat tidak reversibel, dan terbagi dalam beberapa stadium sesuai dengan jumlah nefron yang masih berfungsi. Gagal ginjal kronik adalah apabila laju filtrasi glomerulus kurang dari 50 ml/menit/1.73m2 luas permukaan tubuh,  oleh karena dibawah kadar fungsi ginjal tersebut gangguan asidosis metabolik dan hiperparatiroidisme sekunder telah tampak nyata, pertumbuhan mulai terganggu, dan progresivitas penurunan fungsi ginjal akan terus berlanjut. Terapi pengganti ginjal (TPG) baik dialisis maupun transplantasi tidak serta merta diperlukan sampai laju filtrasi glomerulus turun dibawah 10 ml/menit/1.73m2. Dengan dimulainya TPG berarti dimulailah onset dari gagal ginjal terminal (GGT). Gagal ginjal pra-terminal adalah stadium yang belum memerlukan TPG.

Pada pasien dengan penyakit ginjal kronik, klasifikasi stadium ditentukan oleh nilai laju filtrasi glomerulus, yaitu stadium yang lebih tinggi menunjukkan nilai laju filtrasi glomerulus yang lebih rendah. Klasifikasi tersebut membagi penyakit ginjal kronik dalam lima stadium. Stadium 1 adalah kerusakan ginjal dengan fungsi ginjal yang masih normal, stadium 2 kerusakan ginjal dengan penurunan fungsi ginjal yang ringan, stadium 3 kerusakan ginjal dengan penurunan yang sedang fungsi ginjal, stadium 4 kerusakan ginjal dengan penurunan berat fungsi ginjal, dan stadium 5 adalah gagal ginjal.

Jumat, 10 Juni 2011

Penyakit Gagal Ginjal Akut Pada Anak dan Dewasa

Pendahuluan

Secara umum, tubuh mempunyai beberapa cara untuk membuang limbah sebagai hasil akhir makanan/minuman yang dikonsumsinya. Pembuangan limbah cair setelah disaring oleh ginjal, limbah dibuang melalui saluran kencing.  Gagal ginjal menunjukkan bahwa ginjal sudah tidak dapat dan tidak mampu menyaring limbah tubuh yang bersifat cairan, sehingga limbah cair akan berlebih dalam tubuh dan meracuni tubuh itu sendiri.

Gagal ginjal akut merupakan suatu penyakit dimana terjadi penurunan secara tibatiba fungsi ginjal,  ketidakmampuan ginjal untuk mengekskresikan produk metabolik (nitrogen dan air) dan menjaga keseimbangan asam-basa. Malnutrisi dengan berbagai tingkatan sering terjadi di rumah sakit, hal ini dapat mempermudah terinfeksi, meningkatkan komplikasi, mengakibatkan respon terhadap terapi medis, dan mengarah pada hasil klinis yang jelek.

Gagal ginjal akut (GGA) adalah sindrom klinik dengan etiologi macam-macam, ditandai oleh penurunan mendadak dari faal ginjal, biasanya (tetapi tidak selalu) disertai oliguri. Yang dimaksud dengan nekrosis tubuler akut (NTA) oleh kebanyakan penulis adalah GGA yang tidak ada hubungan dengan obstruksi, penyakit-penyakit primer glomerulus atau vaskulus, Menurut Sharpstone : NTA adalah sindrom yang disebabkan oleh iskemi atau luka-luka toksik terhadap ginjal ditandai oleh penghentian mendadak faal ginjal dan diikuti oleh penyembuhan spontan, biasanya dalam waktu 4 minggu. Epstein (4) berpendapat bahwa istilah NTA (atau lower nephron nephrosis) menunjukkan sindrom klinik dan patologik yang terjadi jika faal ginjal berhenti untuk sementara waktu, disebabkan oleh degenerasi tubuler ginjal akibat iskemi ginjal atau zat-zat toksik. Umur penderita gagal ginjal akut berkisar antara (rata-rata) 40—50 tahun tetapi hampir semua umur dapat terkena penyakit ini. Kejadian pada laki-laki dan wanita hampir sama. Angka kematian dari GGA masih cukup tinggi (5,6).